zat perasa

Perbedaan antara zat perasa buatan dan perasa alami agak serampangan dan absurd, lebih didasarkan pada ‘cara’ perasa itu dibuat daripada ‘isi’ sesungguhnya dari perasa itu. Namun FDA tidak mewajibkan perusahaan perasa mengungkapkan bahan-bahan aditif mereka, selama semua bahan kimia itu dipandang aman atau GRAS (Generally Regarded As Safe) oleh badan tersebut. Sehingga pada kenyataannya, ‘perasa alami’ dan ‘perasa buatan’ kadangkala berisi bahan kimia yang persis sama dengan metode pembuatan yang berbeda.
Jenis-jenis perasa alami dan buatan
Amil Asetat -perasa rasa Pisang- umpamanya, bila dihasilkan dari mencampurkan Cuka dengan Amil Alkohol, dengan menambahkan Asam Sulfur sebagai katalis, maka Amil Asetat ini adalah ‘perasa buatan’. Namun apabila dihasilkan dari menyuling Pisang dengan Pelarut , maka Amil Asetat ini adalah ‘perasa alami’. Tatkala Benzaldehida -perasa rasa Almond- didapat dari sumber alami, seperti Persik dan biji Aprikot, ia mengandung bercak-bercak Hidrogen Sianida, sebuah racun yang mematikan.
Namun tatkala Benzaldehida didapat dari mencampur minyak cengkeh dengan Amil Asetat, maka justru tidak mengandung Sianida sama sekali.
Rasa sebuah makanan bisa berubah secara drastis dengan sedikit perubahan dalam campuran perasa yang dipakainya. Bahan kimia yang menyuguhkan rasa dominan lada manis dapat terasa dalam jumlah amat rendah -0,02 bagian per miliar- jumlah yang satu tetesnya cukup untuk menambah rasa lima kolam renang ukuran rata-rata.
Perasa arbei –sejenis yang bisa dijumpai dalam susu kocok arbei Burger King- berisi bahan-bahan berikut : Amil Asetat, Amil Butirat, Amil Valerat, Anethol, Anisil Format, Benzil Asetat, Benzil Isobutirat, Asam Butirat, Cinnamil Isobutirat, Cinnamil Valerat, Minyak Esens Cognag, Diasetil, Dipropil Keton, Etil Asetat, Etil Amil Keton, Etil Butirat, Etil Cinnamat, Etil Hiptanoat, dan seabreg senyawa lainnya.
Sekelompok kecil dan elit kaum ilmuwan yang menciptakan perasa ini biasa disebut dengan sebutan ‘flavoris’. Mereka menggunakan sejumlah disiplin ilmu dalam kerjanya, biologi, psikologi, fisiologi, dan kimia organik. Seorang flavoris adalah seorang ahli kimia dengan hidung terlatih dan kepekaan yang ‘puitis’. Perasa diciptakan dengan mencampur setumpuk bahan kimia yang berbeda-beda dalam jumlah kecil, sebuah proses yang dituntun oleh prinsip-prinsip saintifik namun menuntut seni tingkat tinggi yang tertentu.
Pada zaman ketika aroma yang sedap, rasa yang lembut, dan oven mikowave tidak bisa hidup berdampingan, maka tugas seorang flavoris adalah membangkitkan ‘ilusi’ tentang makanan olahan yang menjamin kesukaan konsumen. Cara kerja mereka ibarat sama dengan mozart dalam menggubah musiknya. Campuran perasa yang dianggap baik itu jika mempunyai ‘nada puncak’, disusul ‘lambatan’ dan ‘turunan’, dengan pemakaian bahan-bahan kimia yang berlainan yang bertanggungjawab pada tiap tahapan rasanya.
Aroma sebuah makanan bisa berperan sebanyak 90% atas rasanya, karena putik-putik rasa di lidah mempunyai sistem perangkat deteksi yang relatif terbatas dibandingkan dengan sistem penciuman manusia. Putik-putik rasa di lidah manusia bisa mendeteksi kehadiran kurang lebih ½ lusin rasa pokok, mulai dari manis, masam, pahit, asin, sepat, sampai umami. Umami ini adalah sebuah rasa yang diketemukan oleh para periset Jepang, rasa enak yang kaya dan penuh yang dipicu oleh asam amino dalam lauk semacam kerang-kerangan, jamur, kentang, dan rumput laut. Hidung manusia bisa mendeteksi aroma yang hadir dalam jumlah sekian per trilyun, jumlah yang setara dengan 0,000000000003%. Aroma-aroma kompleks, seperti aroma kopi atau daging panggang, berisi gas-gas rentan dari hampir sejuta senyawa kimia yang berbeda-beda.
Tindakan meminum, mengulum, atau mengunyah suatu makanan itu akan melepaskan gas-gas rentannya. Menguap keluar mulut, kemudian masuk ke lubang hidung, atau masuk ke belakang mulut di pangkal hidung diantara kedua mata dimana terdapat selaput tipis berisi sel-sel syaraf yang bernama epithelium olfaktori. Sinyal bau yang rumit dari epithelium dengan sinyal rasa pokok dari putik lidah, lalu kedua sinyal tersebut digabungkan oleh otak yang kemudian memberikan sebuah penilaian rasa atas apa yang ada di dalam mulut itu.
Meski perasa umumnya timbul dari campuran banyak macam bahan kimia yang mudah menguap, akan tetapi satu senyawa kerap menghadirkan satu aroma dominan. Etil-2-Metil Butirat, misalnya, akan memberikan bau persis bau apel. Metil-2-Peridilketon akan membuat sesuatu terasa seperti popcorn, Etil-3—Hidroksibutanoat akan membuat serasa marshmallow, Heksanal akan terasa seperti bau rumput yang baru dipotong, Asam-3-Metil Butanoid akan membuatnya seperti bau badan.
Sebuah perusahaan bernama Red Arrow Product Company membuat perasa rasa asap yang unik yang ditambahkan kedalam saus barbekyu dan daging olahan.
Perasa yang membuat makanan menjadi terasa baru saja dipanggang diatas api ini, dibuat dengan membakar gosong serbuk gergaji dan kemudian mengurung senyawa asap aroma dalam air yang kemudian dibotolkan.
Guna memberi makanan olahan dengan suatu rasa yang lebih layak lagi, maka seorang flavoris tak akan ketinggalan juga memperhitungkan faktor mouthfell (cecapan mulut), sebuah kombinasi unik antara interaksi tekstur dan bahan kimia yang mempengaruhi bagaimana sebuah rasa dicerap. Teknolog pangan kini menggarap riset pokok bidang rheologi, sebuah cabang fisika yang mengamati alur dan deformasi materinya, dan sejumlah perusahaan piranti canggih berupaya mengukur cercapan mulut. Semisal, TA.XT2i Texture Analyser yang diproduksi oleh Texture Technology Corporation, yang melakukan kalkulasi berdasarkan data yang didapat dari 250 pemeriksaan terpisah.
Pada intinya mesin ini ibarat mulut mekanik yang menaksir sifat-sifat rheologis utama sebuah makanan, mulai dari pantulan, rambatan, titik retak, kepadatan, kekeriukan, keterkunyahan, keliatan, kekentalan, kekenyalan, daya lanting, kelicinan, kehalusan, kelembutan, kebasahan, keenceran, daya sebar, pantulan balik, dan keterlekatan. Cecapan mulut itu kini bisa diselaraskan lewat penggunaan pelbagai macam lemak, getah, kanji, pengemulsi, dan penstabil.
Beberapa kemajuan terpenting dalam pembuatan perasa kini muncul di bidang bioteknologi. Perasa-perasa njlimet dibikin lewat fermentasi, reaksi enzim, kultur jamur, dan kultur jaringan. Semua perasa yang dibikin lewat metode ini -termasuk yang disintesa oleh jamur- dianggap perasa alami oleh FDA.
Proses baru berbasis enzim ini berperan atas rasa produk-produk susu yang begitu mirip aslinya. Pengembangan teknik fermentasi baru seperti memanaskan campuran gula dan asam amino juga telah membuahkan penciptaan rasa daging yang jauh lebih realistis.
Perbedaan zat perasa buatan dan perasa alami
Namun demikian penggunaan bahan tambahan makanan tersebut yang melebihi ambang batas yang ditentukan ke dalam makanan atau produk-produk makanan dapat menimbulkan efek sampingan yang tidak dikehendaki dan merusak bahan makanan itu sendiri, bahkan berbahaya untuk dikonsumsi manusia. Semua bahan kimia jika digunakan secara berlebih pada umumnya bersifat Hanya ada sedikit perbedaan di komposisi kimia perasa alami dan buatan.Keduanya dibuat di laboratorium oleh profesional yang terlatih, seorang ‘ahli rasa’, yang mencampur bahan-bahan kimia yang tepat dengan proporsi yang akurat.
Seorang ahli rasa menggunakan bahan-bahan kimia alami untuk membuat perasa alami dan bahan-bahan kimia sintetis untuk membuat perasa sintetis. Tetapi, pada dasarnya, si ahli rasa harus menggunakan bahan-bahan kimia yang sama untuk formula perasa buatannya dengan bahan-bahan kimia yang ia gunakan pada saat ia membuat perasa alami. Kalau tidak, rasanya tidak akan menjadi seperti yang diinginkan.
Perbedaan antara ‘alami’ dan ‘buatan’ datang dari ‘sumber’ bahan-bahan kimia yang dipakai dalam proses pembuatan perasa ini. Ini bisa disamakan seperti menyebut apel yang dijual di hotel adalah buatan dan apel yang dijual di toko buah adalah alami.
Hal ini sering membingungkan konsumen karena banyak contoh kasus yang demikian dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, kita dapat membuat ‘zat pewarna’ berwarna biru tua dari ekstrak blueberry atau pigmen sintetis. Komposi kimia kedua zat perwarna ini sangat berbeda walaupun keduanya menghasilkan warna yang sama. Ini sama halnya seperti kaus yang terbuat dari bahan wol dan nilon. Keduanya adalah kaus, dengan komposisi kimia yang berbeda. Perbedaan seperti ini, tidak mungkin ada pada produksi perasa. Sebuah rasa tertentu hanya dapat diracik dari bahan-bahan kimia yang spesifik. Sehingga, bila anda membeli jus apel yang mengandung perasa buatan, anda akan mengkonsumsi bahan kimia yang sama seperti seandainya anda memilih untuk membeli jus apel dengan perasa natural.
Komposisi kimia perasa buatan lebih sederhana dan bahkan mungkin lebih aman karena hanya bahan-bahan kimia yang sudah lulus uji yang boleh digunakan untuk membuat makanan. Perbedaan lainnya ialah harga. Pencarian sumber perasa ‘alami’ kerap kali megharuskan produsen melewati proses yang sulit untuk memperoleh bahan kimia yang diinginkan.
Misalnya, perasa alami rasa kelapa, sangat bergantung pada bahan kimia bernama Massoya lactone. Massoya lactone dapat diperoleh dari kulit kayu pohon massoya, yang tumbuh di Malaysia. Untuk mendapatkan Massoya lactone, pohon massoya tersebut harus ditebang karena produsen harus menguliti batang pohon dan melakukan proses ekstraksi untuk mendapatkan senyawa lactone-nya, proses yang tentu saja memakan banyak biaya. Perasa alami seperti ini memiliki komposisi yang identik dengan perasa buatan yang lahir di laboratorium seorang ahli kimia organik, namun jauh lebih mahal daripada alternatif sintetisnya. Konsumen pun, pada akhirnya harus membayar mahal untuk perasa alami yang kualitasnya tidak lebih baik, tidak lebih aman dan tidak lebih murah daripada perasa buatan.
Tubuh manusia mempunyai batasan maksimum dalam mentolerir seberapa banyak konsumsi bahan tambahan makanan yang disebut ADI atau Acceptable Daily Intake. ADI menentukan seberapa banyak konsumsi bahan tambahan makanan setiap hari yang dapat diterima dan dicerna sepanjang hayat tanpa mengalami resiko kesehatan.
Keuntungan dan kerugian penggunaan zat aditif perasa
Penggunaan zat aditif memiliki keuntungan meningkatkan mutu makanan dan pengaruh negatif bahan tambahan pangan terhadap kesehatan.
Agar makanan dapat tersedia dalam bentuk yang lebih menarik dengan rasa yang enak, rupa dan konsentrasinya baik serta awet maka perlu ditambahkan bahan makanan atau dikenal dengan nama lain “food additive”.

Penggunaan bahan makanan pangan tersebut di Indonesia telah ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan Undang-undang, Peraturan Menteri Kesehatan dan lain-lain disertai dengan batasan maksimum penggunaannya. Di samping itu UU Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan Pasal 10 ayat 1 dan 2 beserta penjelasannya erat kaitannya dengan bahan tambahan makanan yang pada intinya adalah untuk melindungi konsumen agar penggunaan bahan tambahan makanan tersebut benar-benar aman untuk dikonsumsi dan tidak membahayakan.

TUGAS KKPI di tempat P.I

Agustus 17, 2010 oleh wenny10| Sunting

Tugas KKPI :

2. Penanganan Quality Qontrol Perusahaan Tempat PI

QC bertugas mengontrol / mengecek kualitas makanan yang dihasilkan oleh bagian produksi yang kemudian akan diteruskan ke bagian pemasaran untuk disampaikan kepada para penumpang pesawat sebagai konsumennya.

Raw material (bahan mentah) yang akan diolah, sebagian yang belum diolah disimpan di ruang penyimpanan. Di PT. ACS ini ruang penyimpanan berupa ruang dingin dengan suhu berkisar antara 0° – 5° C. Untuk pengolahan makannya, makanan akan diolah setelah mendapat pesanan. Perilaku pendinginan kemudian dilanjutkan financial setting yang meliputi juga food safety control melalui pengaturan suhu pada produk makanan jadi yang akan dikemas.

5. Produk hasil olah dan sasaran pemakai local/Eksport/ Import Perusahaan Tempat PI

Adapun produk hasil olahan yang dihasilkan oleh PT. ACS memiliki beraneka ragam bentuk dan wujud. Ada yang berupa bakery, sandwich, hamburger dan berbagai makanan internasional lainnya.

Sasaran pemakai tergantung dari kelas penerbangan yang dipilih oleh penumpang itu sendiri. Jenis makanan yang diberikan antara penerbangan domestic maupun internasional yang berupa class ekonomi maupun class bisnis akan berbeda menunya.

Adapun beberapa menu yang disajikan adalah :

  1. Domestic ekonomi : -kit kat, mixed nut, roti

-sunkist, delis, roti

-the sosro, kit kat, mixed nut

  1. Domestic bisnis : -kit kat, cocktail, sambal, minuman

- happy snack, sambal, minuman

  1. Cina : cocktail, salad, sambal, teh
  2. Korea : bim bim bab
  3. Japan: sushi
  4. Dan lain – lain

6. System Pemasaran produk/jasa Perusahaan Tempat PI

PT. ACS merupakan satu-satunya perusahaan yang dipercaya untuk menyediakan pelayanan konsumsi bagi setiap maskapai penerbangan baik domestic maupun asing. Khususnya pada bandara – bandara Internasional yang ada di wilayah Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk saat ini penerbangannya di Bandara Soekarno – Hatta. Setiap harinya sekitar 95% menerima pelayanan dari PT. ACS. PT.ACS yang berada di Bandara Soekarno – Hatta setiap harinya melayani rata – rata 120 penerbangan dari 25 maskapai penerbangan sebagai konsumennya.

Pemasaran produk PT. ACS ditangani oleh sales and marketing department. Departemen ini menangani masalah penjualan produk dan membuat perjanjian dengan para pemesan. Dalam proses pemesanan menu, pihak perusahaan penerbangan selaku pelanggan mengajukan pilihan menunya dengan mengirimkan service schedule. Disebutkan jenis makanannya, komposisi, berat dari menu, waktu penyajian, waktu dan terminal penerbangan. Setelah tercapai kesepakatan maka bagian sales akan menentukan waktu penyelenggaraan meal presentation kepada pihak perusahaan penerbangan dan menentukan biaya dari menu yang dipilih.

Dari hasil meal presentation, menu yang dipilih oleh pihak perusahaan penerbangan akan menjadi menu bagi penerbangan akan menjadi menu bagi penerbangan selama periode tertentu. Apabila pihak ACS sudah menerima persetujuan harga dari perusahaan penerbangan, maka akan dibuat daftar pesanan makanan (up lift meal order) ke bagian dapur dan operation.

Raw material atau bahan mentah di PT. ACS sebagian diperoleh dari hasil import. Kemudian hasil jasanya (hasil olahan yang dihasilkan) di export ke Negara yang menjadi tujuan penerbangan dari semua maskapai penerbangan dan penerbangan local atau penerbangan domestic yaitu membawa makanan ke daerah – daerah dalam negeri yang dituju.

pengawet makanan yang diizinkan

BAHAN MAKANAN YANG DIIJINKAN

Kasus penggunaan bahan kimia berbahaya bagi kesehatan, formalin yang ditemukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) terhadap 98 sampel produk makanan dengan rincian 23 sampel mie basah -15 produk tercemar formalin (65 %), 34 sampel aneka ikan asin – 22 sampel tercemar ( 64,7%), 41 sampel tahu semuanya tercemar (100%). Hasil ini tentu sangat mengerikan. Selain produk makanan, Badan POM juga menemukan 80% dari jajanan (makanan dan minuman) sekolah dinyatakan mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan seperti kandungan boraks, natrium siklamat, rodamin B dan sakarin. Bahan-bahan kimia tersebut seharusnya tidak boleh digunakan untuk makanan. Seperti formalin misalnya penggunaannya hanya untuk desinfektan, antiseptik dan pengawet mayat agar tidak bau. Boraks untuk pengawet kayu, pengontrol kecoa dan bahan pembersih. Rhodamin B sebagai zat pewarna pada kertas dan tekstil. Sedangkan Sakarin hanya digunakan sebagai bahan pemanis dengan takaran yang sudah ditentukan sesuai peruntukannya.
Dampak pada IKM Pangan
Bahan kimia formalin dosis rendah, bila dicampur dengan makanan dapat menyebabkan sakit perut akut, muntah- muntah, depresi susunan syaraf,serta memperlambat peredaran darah. Sedangkan untuk formalin dosis tinggi, menyebabkan kejang-kejang, kencing darah, muntah darah. Sementara untuk jenis boraks dosis rendah, akan terakumulasi di otak, hati dan lemak. Untuk boraks dosis tinggi, mengakibatkan demam, koma, kerusakan ginjal, bahkan pingsan mendadak. Biasanya gejala keracunan boraks akan terlihat setelah 3-5 hari dengan gejala awal mual-mual, muntah, diare dan kejang yang kemudian muncul bercak-bercak pada kulit serta kerusakan ginjal. Untuk jenis rhodamin B, menyebabkan gangguan fungsi hati, disamping terjadi penumpukan lemak. Berdasarkan penelitian Dr Zelly Nurachaman, MS ahli Biokimia dari ITB bahwa formalin yang dijual di Indonesia pada umumnya memiliki kandungan formaldehide sebesar 37%, methanol 6-16% dan sisanya adalah air, sehingga bila digunakan untuk mengawetkan, kandungan formaldehidenya akan menguap pada pemanasan suhu 96 derajat celcius. Namun Badan POM tetap melarang formalin sebagai pengawet makanan karena formalin dianggap sebagai bahan berbahaya yang masuk dalam katagori B1 yang artinya bila digunakan sebagai bahan pengawet makanan akan berbahaya bagi kesehatan. Penggunaan bahan-bahan kimia berbahaya, tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab produsen, namun merupakan tanggung jawab bersama antara pelaku usaha dan aparat pemerintah yang terkait seperti; Dep. Perindustrian, Dep. Perdagangan, Dep. Kesehatan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM), Yayasan lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI ) dan lembaga penelitian swata /perguruan tinggi. Untuk menyikapi hal ini tentunya kita sebagai aparat pemerintah yang melakukan pembinaan baik langsung maupun tidak langsung, segera mencari jalan keluar mengganti bahan pengawet berbahaya dengan bahan pengawet yang aman bagi kesehatan.
Alternatif Pengawet Pangan
Berdasarkan hasil kajian dan penemuan para ahli/ peneliti yang dimuat dibeberapa media massa, bahan pengawet alternatif yang aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan adalah, Chitosan, Asap Cair (Liquid Smoke), Kunyit, Air Ki, Air kelapa yang diberi mikroba (Asam Sitrat).
1) Chitosan
Dr. Ir Linawati ketua Departemen Teknologi Hasil Perairan (FPIK- IPB) menyatakan chitosan merupakan bahan pengawet organik yang diperoleh dari produk turunan dari polimer chitin yang diproduksi dari limbah udang dan rajungan kadar chitin dalam berat udang berkisar 60–70% bila diproses menjadi chitosan menghasilkan Yield 15– 20%. Chitosan mudah mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun. Bila digunakan pada ikan asin, berfungsi sebagai pelapis (coating), agar tidak dihinggapi lalat, dan menghambat pertumbuhan bakteri. Penggunaan chitosan dapat mengawetkan sampai 8 minggu.

2) Asap Cair (Liquid Smoke)
Dr. AH. Bambang Setiadji, Dosen Fakultas MIPA, UGM, menemukan Asap Cair ( Liquid Smoke) bisa menjadi bahan pengawet pangan yang berfungsi sebagai antimikroba dan antioksidan. Untuk industri perkebunan asap cair digunakan sebagai koagulan lateks, hal ini karena asap cair bersifat fungsional seperti anti jamur, antibakteri dan anti oksidan yang dapat memperbaiki kualitas karet. Sedangkan penggunaan pada industri kayu dapat mencegah serangan rayap. Pemanfaatan Liquid Smoke pada industri pangan cukup digunakan 25% + 75% air kemudian digunakan untuk merendam ikan dan daging selama 15 menit. Pengawetan dengan merendam ikan dan daging pada asap cair (liquid smoke) ini bisa bertahan selama 25 hari.
3) Kunyit
Dr NL ida Soeid MS, menyatakan kunyit dapat digunakan sebagai pengawet tahu, disamping berfungsi sebagai warna juga sebagai antibiotik, sekaligus mencegah agar tidak cepat asam. Selain itu untuk kesehatan berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, antiradang dan antikanker. Kunyit basah kandungan utamanya adalah kurkuminoid 3-5%. Sedangkan untuk kunyit ekstrak kandungan kurkuminoid mencapai 40–50%. Untuk penggunaan kunyit disarankan agar tidak melalui pemanasan, terkena cahaya dan lingkungan yang basah. Sebaiknya kunyit ditumbuk digiling dan diperas airnya.
4) Air Ki (Air Endapan Abu Merang)
Air Ki ini dapat digunakan sebagai pengawet mie dan dapat bertahan sampai 2 hari. Sekarang sudah banyak dijual ditoko cina atau bisa juga membuat sendiri dengan membakar merang padi kemudian ambil abunya lalu larutkan dengan air, kemudian diendapkan sampai terpisah air dan abunya.
5) Asam Sitrat (Citric Acid)
Asam sitrat adalah pengawet yang dibuat dari air kelapa yang diberi mikroba. Asam sitrat yang siap pakai banyak dijual bebas ditoko kimia, namun kalau bahan baku air kelapa banyak, maka lebih baik dibuat sendiri, harganya akan lebih murah.
Selain bahan pengawet tersebut diatas, dalam skala kecil dapat juga menggunakan pengawet yang sudah lama dikenal dan banyak digunakan didaerah terpencil atau pedesaan berupa; jeruk nipis, asam jawa, garam dapur, gula, bawang putih disesuaikan dengan jenis produk yang dihasilkan. Hanya saja dosis penggunaannya selama ini umumnya belum standar, baru berdasarkan perkiraan pemakai. Untuk itu perlu penelitian dan pembinaan lebih lanjut. Untuk menghindari penggunaan bahan pengawet berbahaya serta meningkatkan pemanfaatan bahan pengawet alternatif yang aman bagi kesehatan maka perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut; Pertama: membuat daftar bahan-bahan kimia berbahaya yang dilarang untuk digunakan pada produk makanan dan minuman dilengkapi dengan nama kimia dan nama perdagangannya.agar tidak terjadi kesalahan pemakaian oleh produsen. Kedua: melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti; Pemeritah, Pelaku Usaha, Assioasi, Konsumen, Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) maupun Perguruan Tinggi untuk menanggulangi penggunaan bahan pengawet berbahaya dan memberikan bahan pengawet alternatif yang aman dan tidak merugikan konsumen maupun produsen. Ketiga: mensosialisasikan bahaya penggunaan bahan-bahan kimia terhadap konsumen dan produsen agar kedua belah pihak tahu dan mengerti tentang bahaya yang diakibatkan oleh penggunaan bahan kimia terhadap makanan dan minuman. Lusiana Mohi

ALPUKAT

ALPUKAT

Alpukat (Persea americana) — dalam Bahasa Indonesia baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut sebagai avokad — merupakan buah yang sering kita jumpai. Buah serbaguna ini memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi manusia. Ada banyak zat yang kaya manfaat yang terdapat di buah ini. Buah berwarna hijau ini sering dimanfaatkan untuk jus atau bahan dalam es campur maupun hidangan lainnya. Rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukainya. Sebagian orang takut untuk mengkonsumsinya karena dianggap memiliki kandungan lemak yang tinggi. Apakah memang benar demikian? Apa saja manfaat dan khasiat alpukat atau avokad?

Kumpulan.info – Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan coklat, jagung dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah alpukat atau avokad mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.

Tips Cara Memilih Buah Alpukat

Sewaktu Anda pergi ke pasar untuk membeli alpukat, jangan pernah menilai matangnya sebuah alpukat dari warna kulitnya. Jika buah alpukat yang Anda temui berwarna lebih tua atau kecoklatan, belum tentu buah alpukat tersebut telah matang. Cobalah sedikit menekan buah alpukat tersebut. Jika terasa lebih lunak berarti buah itu sudah matang.

Manfaat Alpukat

Hampir setiap bagian dari pohon alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar. Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.

Dalam bidang kecantikan, buah alpukat juga sering digunakan sebagai masker wajah. Buah ini dianggap mampu membuat kulit lebih kencang. Buah alpukat juga bermanfaat untuk perawatan rambut misalnya sewaktu melakukan creambath.

Selain itu, sebagai buah, alpukat juga tentu bisa dinikmati sebagai hidangan yang lezat. Berbagai hidangan disajikan dengan menambah alpukat sebagai bagian dari hidangan tersebut.

Zat Kaya Manfaat dalam Alpukat

Alpukat atau avokad memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Alpukat atau avokad setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.

Selain itu alpukat mengandung lemak yang cukup tinggi. Namun jangan takut karena lemak pada alpukat mirip dengan lemak pada minyak zaitun yang sangat sehat. Lemak yang dikandung dalam alpukat adalah lemak tak jenuh yang berdampak positif dalam tubuh. Lemak pada alpukat juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.

Berikut ini penjelasan beberapa zat dalam alpukat atau avokad yang bermanfaat bagi tubuh kita:

  • Vitamin E dan vitamin A

    Vitamin E dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.

  • Potasium atau Kalium

    Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.

  • Lemak tak jenuh

    Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.

  • Asam oleat

    Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.

  • Vitamin B6

    Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan.

  • Zat Besi dan Tembaga

    Zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.

  • Mineral Mangaan dan Seng

    Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga.

Hidup Sehat dengan Alpukat

Di beberapa bagian dunia, buah ini dianggap sebagai salah satu buah eksotis dan langka. Mungkin alpukat telah memainkan peranan penting dalam diet makanan Anda. Setelah merasa berbagai hidangan yang mengandung alpukat atau avokad, Anda mungkin dapat mengatakan bahwa buah ini benar-benar banyak manfaatnya dan juga buah yang lezat!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.